Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Mawar Berduri

Ilustrasi/Ist.

Tak terpahami jarak dan waktu
Jauh di pelataran hati
Benih cinta, kasih dan sayang telah semai bersama
Tak kupahami kini
Sang waktu mengikis segala rasa kita

Entah....
Ia tak mekar berseri seperti dahulu
Tak juga semerbak wangi beraroma
Benihnya telah kerdil dan mati bersama waktu

Hanya duri yang perlahan menyayat kalbu
Perih rasanya
Seakan teriris sembilu
Rasa ini terus hidup dan memburuh setiap detik

Sampai kapan kuketahui?
Apakah ku menyalahkan diriku?
Bolehkah ku salahkan waktu?

Akhh....
Kau memang mawar berduri
Durinya kau tumbuhkan hidup
Dan aromanya kau bawa pergi

Anonymus

Sabtu, 14 November 2015

Selalu Ada Dirimu

Ilustrasi/Ist.

Ada yang perlu kau ketahui
Ucapan kata-katamu
Buat hatiku telah hancur bak kepingan kaca
Rasanya jiwa menelusuri lorong gelap
Tak ku ketahui kemana arahnya

Ku terima kenyataan bahwa kau jauh bukan milikku
Namun, rasanya sesuatu selalu saja buat hati ini terpaut tak ingin pergi
Mengapa aku selalu gagal untuk bertanya
Mengapa aku tidak pernah bisa mengakuinya
Meski hati ini lelah bersandar pada bayangan

Pada akhirnya engkau seperti selalu saja ada d isana
Menunggu kenyataan yang tak kunjung tiba
Jelaslah itu membosankan bagiku

Jauh dalam relung jiwaku
Perasaan ini selalu bergetar untuk ada-mu
Namun, bagaimana keresahan yang timbul
Tak dapat sanggup untuk selalu ku tahan
Hingga selalu saja memeluk bayangmu dalam kesunyian
Nyatanya, cinta yang kuharap itu tak pernah ada

Anonymus

Minggu, 08 November 2015

Dua Tiga (I)


Ilustrasi/ist.
Misteri cinta penuh warna

Tak bisa ditebak

tak bisa ditahan saat mengikuti arusnya

Ia tak layu dimakan usia


Dalam pasungan kau bawa cinta

Terlebih ketika ia merasuk jiwa

Terus menusuk kalbu

Akal pikiran tak bisa dicerna


Walau tidak semua hati mau mengerti

Seperti cintamu yang kokoh berdiri

Mungkinkah sampai kau bawa mati


Dua tiga, harimu berdiri tegap

Dua tiga, kau memberi pasungan pada hati yang lain

Dua tiga, disini bersama tawa dan air mata

Dua tiga, bunga yang kau beri ikut layu

#Anonymus

Senin, 10 Agustus 2015

Tulus


Ilustrai/Ist.

Langit biru...
Ijinkan aku singgah
Akan aku pahat sebuah nama
Mengukirnya dengan tinta emas
Menaburkannya penuh kasih sayang
Menghiasi pelangi yang takan pernah pudar

Walau rapuh dipersimpangan
Ketulusan meluluhkan rasa yang memilukan
Indah…..

Saat kegelapan menutupi jagat raya
Ketika jiwa berpetualang lepas
Bersama bulir-bulir mimpi tersisa
Terjaga raga dari sepenggal kisah

Salahkah hati punya rasa
Merasuk jiwa penuh makna
Mengukir lembaran sanubari begitu indah

Jika cinta tak butuh logika
Mungkin naluri hati yang bicara

Maco Alba

Jumat, 31 Juli 2015

Semestinya Kamu

Ilustrasi/ist
Semestinya itu kamu,
Tempatku berlabuh dari penatnya dunia
Denganmu, kedamaian itu kekal

Semestinya itu kamu,
Alasanku untuk berbagi tawa
Dalam kebersamaan yang tiada batasnya
Karena, dalam berdoa pun kurasakan kehilangan

Tersadar,
Bahwa jemarimulah yang dulu melengkapi ruang di sela-sela jemariku

Yang kudamba,
Kelak bersamamu menghabiskan masa senja dalam suka cita
Setelah menjadikan keterpurukan menjadi awal kebangkitan bersama

Maco Alba

Selasa, 28 Juli 2015

Terpasung

Ilustrasi/Ist.

Keping-keping rahasia menjangkau dalam dada
Berdendang dalam relung hati
Menarikan cinta bergaram sepi dan kecemasan
Kau terus nyalakan kata membakari dusta

Hingga leleh karat topeng-topeng
Bebungaan tumbuh mengiringmu
Langkahmu pun menjelma tarian benderang
Lebih dari sekedar rintik hujan

Di sini...

Sebuah jiwa terpasung dalam kesendirian
Di antara tembok tua dengan tawa penuh sindir
Hanya terpaku berharap keajaiban
Tanpa sepatah kata sanggup terlontar

Bersama kepasrahan meniti hari
Terus menggerutu dalam hati
Tak adakah sedikit kesempatan melintas
Tuk nikmati dunia yang terpampang luas
Agar jiwa ini terbebas dari pasungan

By: Maco Alba

Sabtu, 13 September 2014

Tentang Kita



Aku adalah altar ego kesunyian
Yang naif membaca setiap percikan pesonamu
Mamancarkan kemilau di rintik sepi
Yang membuatku terus berpikir

Mendefinisikan ulang arti nestapa diri
Dari sebuah ruang hati
Di mana gairah purba itu
Tak henti membakar nyali

 

Copyright MC2 @ 2015 Jejak Kaki.

MC2 ,